Jumat, 25 September 2009

KEPADA ALAM DAN PENCINTANYA

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang
Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki

Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang tak pernah ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

Oh alam... korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan...

coba denger lagunya

jiwa kekeluargaan dalam dunia vespa

sebuah perkataan dari teman di bengkel vespa yang menggugah benakku..."aja ngomong cah vespa, nek meng cilacap - jakarta ra wani ngawa vespa dhewek" ( jangan bilang anak vespa, klo cilacap - jakarta ga berani bawa vespa sendirian)..mang untuk mudik kali ini aku memilih bawa scooter ku untuk perjalanan ke kampung halaman..

vespa termasuk kendaraan yang dalam benak khalayak umum merupakan jenis kendaraan yang ribet dan menyusahkan...eh tapi jangan salah jika kamu suka ma vespa dan menemukan keunikan yang dalam vespa, penilaian tersebut akan berubah dengan sendirinya...

keasyikan yang ku temukan dan yang menjadi ciri khas comunitas vespa adalah jiwa kekeluargaan yang begitu cepat terjalin...simpelnya gini..coba klo sempet memperhatikan di jalan sesama anak vespa selalu memberikan senyum ramah, melambaikan tangan atau pun sekedar membunyikan klakson hanya untuk bertegur sapa walaupun mereka blum saling kenal, ga bakal kamu temuin di club atau pengguna motor yang lain... vespa yang mogok or da troubel ( di jalan utama ) lama - kelamaan ada anak vespa yang lain yang menclok aliase membantu...itulah salah satu keistimewaan dalam dunia vespa...

pokoknya vespa, motor yang akan lekang oleh jaman, karena ada kekuatan yang menjaganya yaitu kebersamaan, kekuargaan ...

Sabtu, 12 September 2009

kemana anak - anak itu

Kemana anak - anak kita itu
Anak - anak yang dilahirkan oleh seluruh bangsa ini
dengan keringat, dengan luka, dengan darah dan kematian
Anak - anak yang dilahirkan oleh sejarah
dengan air mata tiga setengah abad
Kemana, kemana anak - anak itu

Siapa yang menyembunyikan mereka
Siapa yang menculik mereka
Siapa yang mencuri dan membuang mereka

Anak - anak yang bernama kemerdekaan
yang bernama hak makhluk dan harkat kemanusiaan
yang bernama cinta kasih sesama
yang bernama adilnya kesejahteraan
yang bernama keterbukaan dan kelapangan

kemana,
aku melihat Anak - anak itu lari tunggang langgang
Anak - anak itu diserbu oleh rasa takut yang mencekam
aku melihat Anak - anak itu bertiarap ke bawah semak - semak zaman
Anak - anak itu ngumpet dibalik kegelapan

Kematian bukanlah tragedi
kecuali jika kita curi dari Tuhan
hak untuk menentukannya

kematian tidak untuk di tangisi
tetapi apa yang menyebabkan kematian itulah yang harus di teliti
Nyawa badan
Nyawa rohani
Nyawa kesadaran
nyawa pikiran
Nyawa hak untuk tenteram
Nyawa kewajiban untuk berbagi kesejahteraan
Nyawa amanat untuk merawat keadilan
nyawa..nyawa ..nyawa itu Dihembuskan oleh Tuhan
dielus - elus dan di sayang - sayang
Bahkan nyawa setiap ekor coro
Bahkan nyawa cacing yang menggeliat - geliat
di jaga oleh tuhan dalam tata kosmos keseimbangan-
Tuhan sangat bersungguh - sungguh dalam mengurusi
setiap tetes embun yang Ia tampung di sehelai daun
Tuhan menyayangi dengan sepenuh hati-
setiap titik debu yang menempati persemayaman-Nya di tengah ruang

Tapi kita iseng
Kita tidak serius terhadap nilai
Terhadap Tuhanpun kita bersikap setengah hati

masya Allah
apasih yang nanjap di ubun - ubun kesadaran kita ini
di akal kepala ini
di dada kita ini
sehingga sedemikian rajin kita tanam dendam dan kekerasan
bukannya kelembutan atau kasih sayang

( Emha ainun najib )

download kemana anak - anak itu dsilahkan di ambil

http://www.ziddu.com/download/6479104/EmhaKyaiKanjeng-KemanaAnak-anakItu.mp3.html

minal 'aidin wal faizin

Alhamdulilah…segala puji hanya milik Allah, Rob semesta Alam…
Tak terasa kita telah menginjak akhir ramadhan,dan kita pun telah disuguhkan dengan hari idul fitri yang sangat di nanti. Sudah menjadi ciri khas dalam merayakan hari idul fitri kita mengucapkan ”Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin”
Ucapan ini: Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin, merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?
Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.
Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.
Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin.
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri. ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali.
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementar kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga menjadi) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita.
Wallahu a’lam.

Yellow Puppies Blogger Template | Template Design | Elque 2008